Blue Siamese Fish ikan

Sabtu, 31 Januari 2015

ikan louhan

ikan Louhan dan Macam Jenisnya

Melihat ikan louhan, seolah membuat kita semua teringat di awal millennium yang membuatnya begitu booming di Indonesia. Posisi louhan saat itu sebagai ikan hias air tawar yang paling banyak dipelihara dan dicari. Pedagang Louhan di Pasar ikan hias pun laku keras karena banyaknya permintaan konsumen. Tapi itu dulu, entah kenapa perlahan Louhan mulai surut dan tidak pernah menanjak lagi sampai saat ini. he.. he..
jenis ikan louhan | ikan hias, ikan louhan | anekaikanhias
Sedikit bernostalgia mengenang kejayaan ikan ini, sekarang saya akan sedikit membahas ikan ini kawan pembaca. Berasal dari keluarga Cichlidae, Ikan hias yang dikenal dengan ciri khas jenong & warna yang menyala ini, termasuk yang masih mempunyai penggemar tersendiri hingga saat ini. Walaupun sudah tidak sebooming dulu lagi. Buktinya adalah masih banyak juga kontes Louhan yang diadakan di berbagai kota. Oke, untuk mengawali materi tentang louhan, kita mulai untuk mengenal berbagai jenis louhan yang cukup populer. Kami lengkapi juga dengan gambar ikan louhan tersebut agar kawan - kawan mudah mengerti.

Jenis Ikan Louhan


  1. Ikan Louhan Cencu / Zenzhu : Louhan Cencu biasanya populer dengan nama ikan louhan mutiara. Saat ini louhan cencu sudah terdiri dari dua jenis lagi, yaitu jenis klasik dan modern. Untuk cencu klasik, terlihat dari warnanya yang cencerun terang daripada modern. Dan mutiaranya tidak begitu banyak. Bentuk tubuhnya elips dan jenong kepalanya tidak begitu besar. Jenis klasik memiliki kelebihan pada ukuran tubuhnya yang lebih besar daripada cencu modern. Namun semua itu kembali lagi adalah pemasangan genetik yang dirancang oleh peternak louhan, Untuk louhan cencu modern, mutiara terlihat lebih banyak, bahkan hingga kepala dan pipi nya, sehingga lebih indah dilihat. Jenongnya juga sudah muncul saat masih kecil, namun baru sebatas waterhead.
    gambar louhan cencu | ikan hias, ikan louhan | anekaikanhias
    Gambar Louhan Cencu / Zenzhu
  2. Ikan Louhan Kamfa / Flower Horn : Louhan kamfa populer juga disebut golden flower. Banyak sekali penghobi ikan hias memelihara kamfa karena telah menjadi tren hingga saat ini. Kamfa mudah dikenali dari siripnya lebih lebar dan lebih kaku dari louhan lainnya. Saat masih kecil sirip atasnya sudah terlihat lebih lebar dari anakan louhan lainnya. Berbeda pula dari segi marking juga berbeda, jika cencu memiliki marking yang besar di badan dan di kepala, maka louhan kamfa tidak memiliki marking. Jika ada marking di kepala besar kemungkinannya louhan itu adalah hasil persilangan dengan jenis lain.
    gambar louhan kamfa | ikan hias, ikan louhan | anekaikanhias
    Gambar Louhan Flowerhorn / Kamfa
  3. Ikan Louhan Golden Red : Nama louhan golden red didapat dari perpaduan warna antara warna merah dan warna kuning pada ikan louhan ini. Ikan ini merupakan ikan dari Thailand. Saat warna di tubuh dan siripnya belum pecah atau mutasi, ikan louhan golden red terlihat mirip sekali dengan louhan cencu. Baik itu dilihat dari marking dan bentuknya. Louhan golden red sangat indah dipandang. Proses mutasi warna nya pun ada beberapa tahap sehingga hasil akhirnya akan timbul warna kuning dan merah.
    gambar louhan golden red | ikan hias, ikan louhan | anekaikanhias
    Gambar Louhan Golden Red
  4. Ikan Louhan Super Red Texas (SRT) : Louhan SRT juga merupakan louhan yang berasal dari negara Thailand. Mulai dikembangbiakkan dari jenis texas chiclid murni dari Amerika yang berwarna abu - abu dengan louhan golden red atau louhan red lain. Maka dihasilkanlah ikan louhan SRT yang berkualitas.
    gambar louhan srt | ikan hias, ikan louhan | anekaikanhias
    Gambar Louhan SRT
  5. Ikan Louhan Rainbow King : Mulai dikembangkan di negara Singapura dan menjadi raja di beberapa kontes louhan internasional. Membuat louhan RBK ini menjadi tren disamping louhan kamfa. Louhan rainbow king sangat memukai dari segi warna, karena mengandung warna merah, kuning dan bahkan ada juga yang mempunyai warna biru. Marking horisontalnya sudah muncul walaupun masih anakan.
    gambar louhan rainbow king rbk | ikan hias, ikan louhan | anekaikanhias
    Gambar Louhan RBK
  6. Ikan Louhan Super Red Synspillum (SRS) : Thailand membuat trend baru di dunia ikan hias louhan. Munculnya jenis ikan louhan baru yang dinamakan SRS membuatnya dijuluki sebagai kamfa dari thailand. Warna nya yang khas oranye bercampur merah bata membuat louhan ini sangat eksotis. Identitas utama louhan SRS sebenarnya terletak pada mata nya yang harus putih atau kuning. Jenongnya waterhead dan tidak ada marking di kepalanya. Anakan SRS biasanya disebut rainbow king oleh para pedagang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu bedakan dengan teliti.
    gambar louhan srs | ikan hias, ikan louhan | anekaikanhias
    Gambar Louhan SRS
  7. Ikan Louhan Louhan Storm : Belum banyak informasi yang beredar dari jenis louhan asal thailand ini. Jika dilihat dari marking horisontal dan mutiaranya besar kemungkinan ada darah texas chiclid yang membentuk louhan storm ini.
    gambar louhan storm | ikan hias, ikan louhan | anekaikanhias
    Gambar Louhan Storm
Demikian tadi kawan hobis, sedikit info mengenai jenis dan macam ikan louhan yang banyak digandrungi oleh penggemar ikan hias. Jika ada pertanyaan atau kritikan kepada postingan kami ini silahkan berkomentar. Semoga info yang kami bagikan dapat bermanfaat, tetap bersama kami untuk membahas lebih mendalam mengenai ikan louhan dan aneka ikan hias lainnya ya.. he he he. 
 
sumber:  http://www.anekaikanhias.com/2014/07/ikan-louhan-dan-macam-jenisnya.html

ikan aquascape

Ikan Aquascape

Kembali pada inti dari Aquascape adalah pemandangan alam yang menonjolkan keindahan alam berupa susunan bebatuan, ranting dan tanaman-tanaman hijau yang kita tanam adalah paling utama, dan untuk ikan dianjurkan memakai ikan yang cocok dengan ekosistem didalam aquascape yang secara tidak langsung bisa melakukan perawatan tanaman-tanaman, batu, kaca aquarium, dan air agar tetap bersih dari kotoran lumut dan algea.
adapun ikan-ikan hias untuk aquascape banyak yang menggunakan ikan-ikan kecil agar pemandangan didalam aquascape terkesan lebih menonjol dan cantik apalagi kalau thema aquascape adalah miniatur alam seperti sungai, padang rumput, atau bukit-bukit pasti sangant cantik dan enak dipandang.

Berikut adalah jenis-jenis ikan dan udang yang dianjurkan untuk Aquascape,
untuk selera, anda yang menentukan warna dan bentuk ikan apa yang bagus dan cocok untuk Aquascape.
JENIS IKAN AQUASCAPE

1.

IKAN RAINBOW
Ikan yang peredaranya dari papua nugini ini adalah ikan yang cukup damai dan sangat indah jika ditaruh di aquascape secara berkelompok.
Ikan ini memakan jenis makanan berupa cacing beku, pelet, dan memakan crustacea kecil.

2.

IKAN MANFISH
Ikan yang cantik bernama latin PTEROPHYLLUM SCALARE ini mempunyai sifat kalem dan tenang.
Ikan ini senang memakan pelet,cacing beku,dan udang.Ikan ini sedikit usil karena jika ada ikan kecil di dekatnya kadang buntut ikan kecil itu akan digigit dengan ikan ini dan senang memakan udang hias anda.
Ikan ini cocok ditaruh untuk aquascape karna ikan ini tidak memakan tumbuhan.
jadi untuk kebanyakan orang yang mempunyai aquascape dengan kapasitas tanaman yang banyak dengan udang sebagai pembersih dianjurkan tidak memelihara ikan ini. kecuali aquarium berukuran besar udang tidak terlalu khawatir karena udang bisa bersembunyi di sela-sela batu dan tumbuhan.

3.

IKAN CONGO TETRA
Ikan ini berasal dari sungai kongo di afrika.Ikan ini mempunyai warna yang indah dan mempunyai nama latin PHENACOGRAMMUSINTERRUPTUS.
Ikan ini memakan krustasea kecil dan memakan pakan buatan dan cocok untuk aquascape karna tubuhnya yang berwarna warni dan tidah memakan tumbuhan.

4.
IKAN RED LINE TORPEDO BARB
Ikan yang mempunyai ciri garis merah dan panjang seperti torpedo ini adalah jenis dari ikan barb dan
ikan mempunyai nama latin PUNTIUS DENISONII adalah ikan yang memakan pelet,cacing beku,krustacea kecil dan udang.Ikan ini bagus untuk aquascape yang berukuran panjang.

5.
IKAN GUPPY
Ikan yang mempunyai julukan millionfish ini adalah ikan livebearer dan mempunyai nama latin POECILIA RETICULATA.ikan ini bisa dimasukan ke dalam aquascape dan bisa berdampingan dengan udang hias.
makanan ikan guppy antara lain flake, cacing rambut, cacing darah, cacing beku, kutu air, dan chu.
selain cantik ikan ini juga berguna untuk membersihkan minyak di permukaan air akibat proses fotosintesis tanaman.

6.
IKAN TETRA
Semua jenis tetra bisa masuk ke dalam aquascape.ikan jenis ini mempunyai beberapa macam yaitu cardinal tetra, neon tetra, black neon tetra, blue tetra, silver tetra, lemon tetra, red eye tetra, dll.
Ikan jenis ini memakan pelet, cacing dan cacing beku.
dianjurkan untuk memelihara dalam jumlah banyak karena jenis ikan kecil ini suka bergerombol dan terkesan cantik apabila mereka lalu-lalang dengan bergerombol.

7.
IKAN BLACK MOLLY
Ikan black molly mempunyai nama latin POECILLIA SPENOPS dengan ciri ciri badan berwarna hitam.
Ikan ini memakan algae, pelet, dan krustacea kecil.Ikan ini termasuk ikan live bearer.
Ikan ini mempunyai kerabat dengan ikan guppy dan mempunyai beberapa jenis seperti sailfin mollydan ballon molly.

8.
IKAN PLATY
Ikan yang populasinya berasal dari sungai ini mempunyai nama latin XIPHOPHORUS MACULATUS adalah ikan yang pendamai dan juga termasuk ikan live bearer.
Ikan ini sangat cocok di aquascape karena selain indah, ikan ini juga pendamai pada ikan yang lain dan juga udang hias anda.
Ikan ini memakan jenis makanan berupa pelet kecil, cacing dan krustacea kecil.
9.
IKAN ZEBRA DANIO
Ikan yang mempunyai nama latin BRACHIDANIO RERIO adalah ikan yang berwarna warni yang sangat karena telah diberi gen ubur ubur pada telur ikan tersebut.
Ikan ini memakan jenis makanan pelet, cacing, dan krustacea kecil.
Ikan ini senang menggigit buntut ikan lainya dan senang memakan anakan ikan dan udang.
untuk aquascape yang ada udangnya jangan terlalu khawatir dengan ikan jenis ini karena bentuknya yang tidak terlalu besar jadi resiko udang di jadikan santapan sangat kecil.

10.
IKAN RASBORA
Ikan yang suka berkelompok ini sangat cantik dan menawan jika di taruh di aquascape anda dengan berkelompok.
Ikan ini memakan pelet, cacing, dan crustacea kecil. Ikan ini mempunyai beberapa jenis
seperti rasbora harlequin, rasbora galaxy, dan rasbora hengli.

11.
IKAN CAE (Chinese Alga Eater)
Ikan CAE atau LAE ini adalah ikan pemakan lumut dan sisa sisa makanan ikan.
Ikan ini bisa tumbuh dari 10-20 cm dan mempunyai nama latin GYRINOCHEILUS AIYMONIYERI.
Ikan ini sangat rajin memakan algae di waktu kecil dan jika sudah besar ia jarang memakan algae.
untuk aquascape dengan dasar pasir dua warna tidak di sarankan memelihara ikan ini karena sifatnya yang agresif dan jail akan membuat pasir berantakan dan tercampur, tapi diantara semua ikan jenis pembersih / Office Boy / Cleaning Service ikan ini termasuk ikan yang mudah di pandang karena seperti jenis sapu-sapu bentuknya kayak monster hehe..

12.
IKAN SAE (Siamese Algae Eater)
Ikan yang mempunyai nama latin CROSSOCHEILUS SIAMENSIS adalah ikan yang rajin dibandingkan Ikan CAE dan memakan semua jenis algae.
Jika algae di aquascape anda sudah habis maka dia akan memakan tumbuhan moss yang ada di aquascape anda.
Ikan ini juga bisa di beri makan berupa pelet tenggelam ataupun mengambang dan juga memakan cacing.
untuk pemelihara ikan ini dianjurkan untuk aquascape dengan tanaman dan moss yang cukup banyak karena semakin banyak tanaman dan moss maka pertumbuhan algea juga akan semakin banyak dan ikan SAE tidak akan kehabisan cemilan algea dan moss kita akan tetap aman gak jadi cemilan karena algea banyak tumbuh hehe (berharap sih gak ada algea biar tanaman tetap seger)
intinya ikan jenis ini pembasmi algea yang cukup ampuh.

13.
IKAN CORYDORAS
Ikan yang mirip tikus ini memakan algae dan suka menggali di substrate maka dari itu tidak disarankan untuk pasir dengan dua warna memelihara ikan ini karena akan berantakan di gali pasir-pasirnya.
pada aquascape ini adalah ikan yang bisa beradaptasi dengan cepat pada aquarium anda khususnya, ikan ini juga memakan sisa sisa makanan yang tidak habis dimakan ikan yang lainya jadi gak mubazir hehe
ikan ini juga banyak pilihan warna dan coraknya loh, jd bisa pilih warna dan corak ikan sesuai selera.

14.
IKAN OTOCINCLUS
Ini dia ikan yang paling di anjurkan untuk aquascape karena ikan ini termasuk ikan yang sangat ampuh membasmi lumut dan algea di aquascape.
Ikan ini mempunyai postur tubuh yang kecil hanya sekitar 5cm, dapat di beri makan timun jepang atau zucchini atau sejenisnya jika algae di dalam tank sudah habis.
dengan harga yang relatif mahal di bandingkan dengan ikan pembersih yang lainnya ikan ini juga susah di dapatkan karena jarang yang menjual ikan ini.

15.
BRUSHMOUTH
Pemakan lumut yang efektif terutama untuk lumut Green Spot. Penghuni dasar aquarium. Bertemperamen rendah, kalau dari bentuknya memang kurang menarik karena bentuk dan warnanya yang kurang menarik (agak serem) hehe
tapi dari fungsi dan kegunaan ikan ini cukup bagus untuk membersihkan lumut yang merajalela.
Dapat tumbuh sampai 7 cm dalam aquarium bertanaman.

JENIS UDANG AQUASCAPE

1.
Udang Red Cherry (Neocaridina heteropoda)
Udang yang terkenal untuk aquascape dan jadi favorit selain mudah di dapat di tempat jualan ikan udang ini tergolong murah alias kantong pelajar hehe..
Udang ini memiliki warna dari orange sampai merah tua tergantung grade dan parameter air dalam aquarium. Cukup aktif dalam memakan spora lumut dan dapat berkembang biak dalam air tawar.
Dapat tumbuh sampai 2.5 cm.
2.
Udang Amano (Caridina multidentata)
Udang yang sangat dicari dan disarankan untuk aquascape, selain harganya yang relatif mahal udang ini juga termasuk susah di cari di tempat penjual ikan.
Dikenal sebagai udang yang paling efektif dalam memakan lumut. Tidak dapat berkembang biak dalam aquarium air tawar.
Dapat tumbuh sampai 5 cm.
3.
Udang Mandarin
Udang mandarin atau mandari shrimp merupakan jenis udang yang memiliki warna oranye transparan yang dihiasai dengan bintik-bintik kecil berwarna merah.
Jenis udang hias ini senang tinggal di tempat yang terdapat banyak tanamannya atau jenis rerumputan Karena ia akan melacak makanannya di bagian dasar aquarium.
Udang hias ini dapat dijadikan pembersih dalam aquarium Karena udang ini mengkonsumsi seluruh jenis alga yang tumbuh di sekitar tanaman serta sampah organik yang dihasilkan oleh tanaman hias disekitarnya.
selain cantik udang ini juga berguna untuk pembersih jadi muti fungsi kan hehe..
4.
Udang Red Nose
Udang red nose yaitu jenis udang hias yang cukup terkenal di kalangan para pecinta aquascape Karena warnanya yang unik dan tubuhnya yang transparan. Selain itu, masih terdapat juga dengan garis merah menyala yang memanjang. Udang hias ini memiliki kebiasaan berenang di sekitar wilayah dasar aquarium. Ia juga senang berada di sekitar bebatuan, jenis kayu-kayuan, dan tanaman air yang ada di dalam aquascape.
5.
Udang Cardinal
Udang hias aquascape ini adalah jenis udang hias yang memiliki warna yang merah agak gelap dengan hiasan bintik-bintik yang berwarna putih. Selain itu, warna ekornya pun berwarna putih yang semakin membuat udang hias ini bertambah unik. Udang ini lebih suka berjalan-jalan di sekitar pasir atau bebatuan yang terdapat pada aquascape. Makanannya yaitu sejenis alga, sejenis karnivor dan cacing darah (beku).
JENIS UDANG HIAS AQUASCAPE
Udang hias selain fungsi untuk membersihkan algea, lumut dan sisa makanan ikan. udang juga bisa dijadikan salah satu hiasan fauna air berikut ini jenis-jenis udang hias yang cantik dan menarik, dari yang termahal sampai yang termurah.
Black King Kong

Black Bee

Black Rili

Blue Bolt

Blue Cherry

Blue Diamond

Blue Pearl

Blue Rili

Blue tiger

Green

Orange Rili

Nah itu semua diantaranya udang hias sob, untuk selera silahkan pilih dan hunting sendiri soalnya biasanya semakin cantik semakin langka dan semakin menguras dompet hehe.. (pengalaman pribadi)

sumber: http://get-nature-aquascape.blogspot.com/p/ikan-aquascape.html

IKAN DISCUS

Ikan Discus

TIPS MEMELIHARA IKAN DISCUS
Akuarium Air Tawar
Ketika sedang melihat-lihat aro super red di sebuah dealer arwana, mata tertuju pada sebuah akuarium kecil yang diisi beberapa ekor discus berbagai jenis. Spontan, jadi teringat masa masih kuliah, belajar di kamar sempit hanya ditemani dua ekor discus yang ditempatkan pada akuarium berbentuk ‘keler’ bulat, yang kemudian mati bersamaan setelah dipelihara beberapa tahun (ditinggal beberapa hari, dan ternyata
Angel Blue Diamond
Angel Blue Diamond
pompa filter mati/rusak). Untuk mengobati kerinduan itu, setelah selesai transaksi kemudian saya keluar dari gerai tersebut, dan menuju gerai ikan hias di jalan yang sama (karapitan, Bdg). Gerai tersebut dikenal luas sebagai toko ikan hias yang lengkap dan menyediakan ikan dengan
Gold Diamond
Gold Diamond
kualitas bagus (tapi harganya relatif terbilang mahal). Sambil memperhatikan beragam pattern ikan discus yang sangat menarik, terpikir untuk
Marlboro
Marlboro
memanfaatkan akuarium bekas yang ikan louhan-nya diminta keponakan. Akhirnya 10 ekor ikan discus berukuran sekitar 2,5 – 3 inc plus
Red Marlboro
Red Marlboro
beberapa kayu bakau dijadikan oleh-oleh ke tasik. Karyawan gerai berkali-kali berpesan agar tidak ngebut di jalan untuk mengurangi guncangan yang dapat menyebabkan ikan discus stres
Snake Skin
Snake Skin
(dia lebih mengkhawatirkan ikan yang dijualnya daripada pembelinya …he…he…he…).
Pearl Pigeon
Pearl Pigeon
Setahun kemudian, ikan discus di akuarium tinggal 7 ekor, dengan pattern/warna yang bagus dan tidak ada spot hitam baik di kepala maupun
Red Peagon
Red Peagon
sirip. Sampai suatu hari, sang keponakan curhat bahwa ikan louhan-nya mati, dan dia terlihat tertarik dengan aro super red. Secara persuasif, saya bilang memelihara aro itu lebih sulit dan
Red Ribbon
Red Ribbon
makanannya susah harus nyari kelabang yang beracun atau katak sawah. Sebelum dia selesai mencerna kalimat persuasif itu, buru-buru saya tawarkan discus sebagai pengganti lohannya yang mati. Akhirnya ikan discus pun dibawanya pulang
berikut dengan akuariumnya !.
Cara memelihara ikan discus, sebenarnya sama saja dengan memelihara ikan hias lain. Namun demikian, karena sifat ikan discus yang mudah stress dan harganya termasuk mahal, maka hobiist memberikan perhatian yang lebih ketika memeliharanya. Kompensasinya adalah bila kualitas ikan discus memang bagus, dan dipelihara dengan baik, maka keindahan pattern, warna dan ukuran mampu mengusir stres hobiist.
Ikan discus yang umumnya dijual dipasar lokal memiliki banyak pattern dan warna yang semakin beragam sebagai filial dari kawin silang indukannya. Penamaannya juga jadi beragam dan tidak mudah untuk mengingat semuanya. Jadi daripada menyebut nama jenis ikan discus ketika hendak membelinya di toko ikan hias, lebih baik kita mencarinya di gerai terpercaya, dan melihat langsung penampakan ikan discus tersebut. Cara hunting ikan discus sama dengan cara hunting ikan koi, reputasi gerai (toko ikan hias) dan ketelitian yang dibekali dengan pengetahuan yang memadai merupakan kunci untuk memperoleh ikan discus yang bagus.
Adapun ciri-ciri ikan discus yang bagus (berdasarkan informasi karyawan senior toko ikan hias dan referensi lain) adalah :
  1. Warna kulit cerah, tidak berselaput/mengeluarkan lendir yang berlebihan.
  2. Sisik ikan bersih/tidak terkelupas, tidak berbintik putih, dan sirip bersih, lengkap dan seimbang.
  3. Warna mata bening, tidak berselaput atau tidak ada bercak putih, dan tidak terlalu menonjol ke luar.
  4. Bentuk tubuh ideal, tidak kurus/tipis, dan menampakan ketebalan pada dahi.
  5. Insang ki-ka membuka dan menutup bersamaan dan teratur.
  6. Gaya berenang yang tenang.
  7. Pattern pada badan/sirip biasanya akan timbul bertahap mulai ukuran ikan 2 inc. // hati-hati bila ikan berukuran < 2 inc tetapi pattern-nya sudah jelas dan relatif penuh, ada kemungkinan ikan diberi pakan yang mengandung hormon tertentu (pembeli biasanya kecewa setelah dipelihara, pattern-nya memudar).
  8. Usahakan membeli ikan discus yang berukuran minimal 2 inc, sebab ciri-ciri ikan yang sehat dan bagus sudah relatif mudah diidentifikasi, dan relatif lebih tahan terhadapserangan penyakit/parasit.
Sedangkan ciri-ciri ikan discus yang stress/sakit/terserang penyakit/secara genetis kurang bagus adalah :

  1. Kulit cenderung hitam, atau garis vertikal/stress bar (jumlahnya 6 – 18 bar) yang mencolok/terlalu tampak menandakan ikan discus stress
  2. Terdapat bintik putih pada sisik, atau sirip tidak lengkap/cacat yang mungkin terserang fin root.
  3. Warna mata tidak bening, berselaput atau terdapat bercak putih yang menandakan ikan discus terserang penyakit. Atau mata terlalu menonjol ke luar yang disebabkan karena kualitas air yang buruk sehingga ikan discus terjangkit intestinal bakteri yang dapat mengakibatkan pop eye (mata terlalu menonjol ke luar). Atau ukuran mata yang terlalu besar dibandingkan dengan postur secara keseluruhan yang menandakan pertumbuhan ikan discus terhambat. Atau mata ikan discus yang (cenderung) hitam menandakan adanya penyakit dan terlalu lama terkontaminasi obat-obatan (akibat treatment yang terlalu lama).
  4. Bentuk tubuh kurus/tipis, yang mungkin disebabkan oleh kekurangan pakan (discus mogok makan/kalah bersaing/pakan tidak berkualitas) atau faktor genetika indukan yang kurang bagus.
  5. Ikan bernafas dengan satu insang yang menandakan ikan terserang kutu insang. Atau ikan bernafas terlalu cepat yang menandakan kekurangan oksigen.
  6. Ikan melakukan gerakan-gerakan aneh atau menggesekan tubuhnya ke benda disekitarnya yang menandakan terserang parasit/kutu/jamur/bakteri baik pada badan/sirip atau insang.discus3
  7. Pattern pada badan/sirip yang tidak keluar, atau pudar/tidak cerah padahal ikan sudah berukuran lebih dari 2,5 inc yang menandakan kualitas ikan discus secara genetis kurang bagus. Warna yang pudar/tidak cerah dapat juga disebabkan karena pemberian pakan yang tidak tepat. Ada kemungkinan lain yang menyebabkan pattern dan warna ikan discus yang kita beli ternyata memudar/tidak cerah setelah dipelihara padahal pakannya sudah tepat, hal tersebut mungkin karena oleh penjualnya ikan discus tersebut diberi pakan yang mengandung hormon pencerah warna supaya terlihat bagus dan menarik pembelinya, padahal kualitas ikan discus tersebut secara genetis kurang bagus.
  8. Jenis ikan discus yang berwarna solid (misal : marlboro, blue diamond, pigeon) yangmemiliki spot hitam dibagian kepala dan sirip menandakan secara genetis kualitas indukan yg kurang bagus yang memang sudah memiliki spot hitam sebelumnya. Tetapi spot hitam tersebut mungkin juga disebabkan karena penggunaan lampu dengan intensitas spektrum warna merah yang berlebihan (misal : penggunaan lampu UV).
Faktor yang perlu diperhatikan dalam memelihara ikan discus :
  1. Akuarium : (1) Kelengkapan akuarium harus diperhatikan, terutama sistem filtrasi, water heater (bila suhu ruangan dibawah suhu kamar), dan termometer air – ikan discus umumnya hidup pada suhu yang lebih hangat, tetapi kestabilan suhu jauh lebih penting ; (2) Parameter air harus stabil baik kesadahannya maupun suhunya (kondisi ini yang perlu dijaga) ; (3) Kualitas air harus benar-benar diperhatikan, pada masa-masa awal, sebaiknya air dikuras (minimal 50%) seminggu sekali dan selalu menambahkan garam ikan secukupnya (bila filter sudah bekerja optimal, biasanya kualitas air relatif lebih stabil, sehingga frekuensi dan volume pengurasan air dapat dikurangi (5) Saya cenderung menggunakan hanya filter biologi yang terbagi menjadi 3 kamar/ruang, yaitu r.1 filter kasar (busa yang bagus), r2 filter biologi berupa bioball (lapisan atas) dan bioceramic (lapisan bawah), dan r3 tempat pengendapan — // saya menerapkan model filter untuk ikan koi dalam skala mini.
  2. Pakan : (1) Pilihlah pakan yang bertekstur halus ; (2) kita dapat “melatih” ikan discus untuk makan langsung dari tangan dengan cara bertahap dan menghindari gerakan-gerakan tangan yang dapat mengagetkan ikan discus. Bila hal tersebut berhasil, makaikan discus tidak lagi mudah stress dan terlihat “jinak” (cara tersebut sama prakteknya dalam menjinakan ikan koi).
  3. Menggabungkan ikan discus dengan ikan hias lain dalam satu akuarium. Ikan discus harus diperlakukan sebagai penghuni lama (memasukan ikan lain belakangan) untuk menghindari stress berlebih yang berakibat mogok makan, lebih parahnya lagi pakan disambar oleh ikan lain sehingga ikan discus tidak kebagian. Pada kondisi tersebut, daya tahan ikan discus akan menurun, sakit/terserang penyakit dan berisiko mati). Dengan demikian, sebaiknya kita tidak perlu memaksakan keinginan untuk menggabungkan ikan discus dengan ikan hias lain dalam satu akuarium.
sumber: https://tedirustendi32.wordpress.com/for-land-in-little-word/ikan-discus/

cara budidaya ikan guppy

Cara praktis budidaya ikan guppy

Teknik budidaya ikan guppy
Ikan guppy atau Poecilia reticulata merupakan ikan yang mudah membiak. Habitat asli ikan guppy di danau-danau dan sungai berair tenang. Ikan ini bisa juga bertahan di air payau yang memiliki kadar garam tinggi.
Ikan guppy berasal dari wilayah Amerika Tengah dan Selatan. Masuk ke Indonesia pada tahun 1920-an sebagai ikan akuarium. Kemudian lepas ke alam bebas dan berkembang biak dengan cepat. Ikan guppy bisa ditemukan di hampir seluruh perairan air tawar di Indonesia.
Ikan guppy digemari sebagai ikan hias karena keindahan warna dan bentuk siripnya. Terutama ikan yang berkelamin jantan, karena hanya yang jantan yang memiliki sirip indah. Sedangkan ikan betina warnanya cenderung kusam. Sama seperti halnya ikan cupang.
Budidaya ikan guppy tidak memerlukan infrastruktur mahal. Cukup dengan perlengkapan sederhana, kita bisa membiakkan ikan ini. Berikut ini akan dijelaskan langkah-langkahnya.

Wadah budidaya ikan guppy

Berikut ini peralatan yang dibutuhkan untuk budidaya ikan guppy, antara lain wadah/tempat, aerator dan tanaman air. Wadah untuk pemijahan ikan guppy bisa berupa akuarium, bak semen, atau ember plastik.
Wadah atau tempat yang diperlukan untuk budidaya ikan guppy setidaknya ada empat fungsi, yakni tempat pemisahan indukan (2 wadah), tempat pemijahan (1 wadah), tempat penetasan (1 wadah), dan tempat pendederan (1 wadah).
Luas dan ukuran wadah budidaya ikan guppy bisa bermacam-macam, disesuaikan dengan banyaknya ikan yang akan dipijahkan. Sedangkan ketinggian wadah minimal 30 cm, kecuali untuk pendederan diperlukan wadah yang lebih tinggi dari 50 cm.

Memilih indukan

Perbedaan jantan dan betina bisa diamati dari penampakan fisiknya. Ikan guppy betina bentuknya lebih membulat dengan warna yang cenderung kusam dan tidak memiliki sirip yang menjumbai. Sedangkan ikan jantan memiliki warna yang kontras dan terang, tubuhnya lebih langsing dengan sirip menjumbai. Ukuran tubuh ikan betina lebih besar daripada jantan.
Indukan yang siap untuk dipijahkan minimal berumur 4 bulan. Warna dan bentuk ikan guppy sangat ditentukan oleh faktor genetis. Untuk mendapatkan hasil yang bagus pilihl indukan yang unggul. Selain itu, pembudidaya bisa juga mencoba-coba menyilangkan induk guppy untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik.

Pemisahan indukan

Sebelum dipijahkan, indukan jantan dan betina dipisahkan terlebih dahulu. Ikan guppy jantan dan betina ditempatkan pada wadah yang terpisah. Wadah diisi dengan air bersih dan diganti setiap 1-3 hari sekali. Pergantian air tidak perlu semua, cukup mengeluarkan sepertiga air dan menambahkannya dengan air baru.
Berbeda dengan proses pemberokan pada umumnya, pemisahan ini dilakukan dengan tetap memberi makan. Berikan makanan berupa daphnia atau moina sebanyak 2 hari sekali. Hal ini berguna agar indukan fit ketika dalam proses pemijahan.

Pemijahan ikan guppy

Sebelum proses pemijahan, isi wadah pemijahan dengan air bersih yang telah diendapkan setidaknya 24 jam. Kedalaman air untuk tempat pemijahan 25 cm. Kepadatan tebar wadah pemijahan tidak lebih dari 30 ekor/100 liter air. Contoh, untuk akuarium ukuran luas 1 x 0,5 meter, cukup menampung 30-40 ekor ikan guppy. Bila memungkinkan berikan tanaman air seperti hydrilla untuk tempat ikan bercumbu.
Pemijahan ikan guppy bisa dilakukan satu-satu atau secara massal. Pemijahan massal lebih dianjurkan karena lebih cepat, ekonomis dan lebih praktis. Komposisi pemijahan massal antara ikan jantan dan betina biasanya 1:5. Namun bila Anda ragu semua betina terbuahi, komposisinya bisa ditambah 1:2.
Masukkan indukan betina terlebih dahulu pada pagi hari. Kemudian sorenya bisa dimasukkan indukan jantan. Pada pemijahan massal belum tentu semua ikan memijah pada hari yang sama. Biasanya proses pemijahan dibiarkan berlangsung selama 4-7 hari. Segera pisahkan betina yang telah dibuahi kedalam wadah penetasan.

Penetasan benih

Wadah penetasan diisi air bersih bersih dan diberi aerasi. Pemberian aerasi jangan terlalu kuat agar tidak menganggu larva ikan. Kualitas air harus terus dipertahankan dengan cara mengganti sepertiga air dengan air baru setiap 1-3 hari sekali. Pemberian pakan untuk induk setiap 2 hari sekali berupa daphnia atau moina.
Ikan guppy merupakan ikan yang melahirkan. Embrio tumbuh di dalam perut hingga siap untuk dilahirkan. Lama kehamilan, terhitung mulai dari pemijahan hingga kelahiran berlangsung 3-4 minggu.
Ciri-ciri ikan guppy yang hamil bisa dilihat setelah 2 minggu sejak pemijahan. Tandanya ada area gelap di bagian bawah anus (bercak kelahiran) dan perutnya sedikit mengembung. Apabila tidak ada ciri-ciri hamil, ambil indukan untuk dipijahkan kembali.
Ikan guppy betina mempunyai kemampuan menyimpan sperma dalam tubuhnya. Sehingga si betina bisa hamil hingga 1-3 kali dalam satu kali pembuahan. Waktu yang diperlukan dari kehamilan pertama ke kehamilan berikutnya sekitar 1-5 minggu.
Dalam satu kelahiran, ikan guppy bisa menghasilkan 30-100 anakan. Anak ikan tersebut harus segera dipindahkan ke tempat pendederan. Bila tidak, bisa-bisa menjadi santapan induk yang kelaparan.

Pendederan benih

Kolam pendederan sebaiknya ditempatkan di ruang terbuka. Sinar matahari diperlukan untuk membentuk warna yang cemerlang pada tubuh ikan guppy. Biasanya para pembudidaya menggunakan bak semen berukuran 1 x 1 x 0,5 meter atau 2 x 2 x 0,5 meter sebagai wadah pendederan.
Tambahkan tanaman air seperti hydrilla atau eceng gondok untuk tempat berteduh. Berikan aerasi pada kolam pendederan. Isi kolam dengan air setinggi 40 cm. Air perlu diperbarui setiap 3 hari sekali.
Pakan yang bisa diberikan untuk anak ikan berumur hingga 5 hari adalah infusoria. Setelah itu, anak ikan bisa diberi artemia (udang renik) atau kutu air (daphnia dan moina) yang sudah disaring. Setelah lewat 20 hari, baru bisa diberikan kutu air tanpa disaring atau cacing sutera.
Ikan yang telah berumur 20 hari sudah bisa dipilah antara jantan dan betina. Hanya ikan jantan yang laku sebagai ikan hias. Sedangkan ikan betina digunakan sebagai indukan dan sisanya terkadang dibuang. Ikan guppy bisa dikatakan dewasa dan bisa bersaing dengan kawanannya setelah berumur satu bulan.
Kesuksesan budidaya ikan guppy ditentukan dengan banyaknya kelahiran ikan jantan. Karena hanya ikan jantan yang diminati sebagai ikan hias akuarium. Ikan jantan memiliki sirip yang lebar dan warna -warna atraktif.

sumber: http://alamtani.com/budidaya-ikan-guppy.html