TIPS MEMELIHARA IKAN DISCUS
Ketika sedang melihat-lihat aro super red
di sebuah dealer arwana, mata tertuju pada sebuah akuarium kecil yang
diisi beberapa ekor discus berbagai jenis. Spontan, jadi teringat masa
masih kuliah, belajar di kamar sempit hanya ditemani dua ekor discus
yang ditempatkan pada akuarium berbentuk ‘keler’ bulat, yang kemudian
mati bersamaan setelah dipelihara beberapa tahun (ditinggal beberapa
hari, dan ternyata

Angel Blue Diamond
pompa filter mati/rusak). Untuk mengobati
kerinduan itu, setelah selesai transaksi kemudian saya keluar dari
gerai tersebut, dan menuju gerai ikan hias di jalan yang sama
(karapitan, Bdg). Gerai tersebut dikenal luas sebagai toko ikan hias
yang lengkap dan menyediakan ikan dengan

Gold Diamond
kualitas bagus (tapi harganya relatif
terbilang mahal). Sambil memperhatikan beragam pattern ikan discus yang
sangat menarik, terpikir untuk

Marlboro
memanfaatkan akuarium bekas yang ikan
louhan-nya diminta keponakan. Akhirnya 10 ekor ikan discus berukuran
sekitar 2,5 – 3 inc plus

Red Marlboro
beberapa kayu bakau dijadikan oleh-oleh
ke tasik. Karyawan gerai berkali-kali berpesan agar tidak ngebut di
jalan untuk mengurangi guncangan yang dapat menyebabkan ikan discus
stres

Snake Skin
(dia lebih mengkhawatirkan ikan yang dijualnya daripada pembelinya …he…he…he…).

Pearl Pigeon
Setahun kemudian, ikan discus di akuarium
tinggal 7 ekor, dengan pattern/warna yang bagus dan tidak ada spot
hitam baik di kepala maupun

Red Peagon
sirip. Sampai suatu hari, sang keponakan
curhat bahwa ikan louhan-nya mati, dan dia terlihat tertarik dengan aro
super red. Secara persuasif, saya bilang memelihara aro itu lebih sulit
dan

Red Ribbon
makanannya susah harus nyari kelabang
yang beracun atau katak sawah. Sebelum dia selesai mencerna kalimat
persuasif itu, buru-buru saya tawarkan discus sebagai pengganti lohannya
yang mati. Akhirnya ikan discus pun dibawanya pulang
berikut dengan akuariumnya !.
Cara memelihara ikan discus, sebenarnya
sama saja dengan memelihara ikan hias lain. Namun demikian, karena sifat
ikan discus yang mudah stress dan harganya termasuk mahal, maka hobiist
memberikan perhatian yang lebih ketika memeliharanya. Kompensasinya
adalah bila kualitas ikan discus memang bagus, dan dipelihara dengan
baik, maka keindahan pattern, warna dan ukuran mampu mengusir stres
hobiist.
Ikan discus yang umumnya dijual dipasar
lokal memiliki banyak pattern dan warna yang semakin beragam sebagai
filial dari kawin silang indukannya. Penamaannya juga jadi beragam dan
tidak mudah untuk mengingat semuanya. Jadi daripada menyebut nama jenis
ikan discus ketika hendak membelinya di toko ikan hias, lebih baik kita
mencarinya di gerai terpercaya, dan melihat langsung penampakan ikan
discus tersebut. Cara hunting ikan discus sama dengan cara hunting ikan
koi, reputasi gerai (toko ikan hias) dan ketelitian yang dibekali dengan
pengetahuan yang memadai merupakan kunci untuk memperoleh ikan discus
yang bagus.
Adapun ciri-ciri ikan discus yang bagus (berdasarkan informasi karyawan senior toko ikan hias dan referensi lain) adalah :
- Warna kulit cerah, tidak berselaput/mengeluarkan lendir yang berlebihan.
- Sisik ikan bersih/tidak terkelupas, tidak berbintik putih, dan sirip bersih, lengkap dan seimbang.
- Warna mata bening, tidak berselaput atau tidak ada bercak putih, dan tidak terlalu menonjol ke luar.
- Bentuk tubuh ideal, tidak kurus/tipis, dan menampakan ketebalan pada dahi.
- Insang ki-ka membuka dan menutup bersamaan dan teratur.
- Gaya berenang yang tenang.
- Pattern pada badan/sirip biasanya akan timbul bertahap mulai ukuran
ikan 2 inc. // hati-hati bila ikan berukuran < 2 inc tetapi
pattern-nya sudah jelas dan relatif penuh, ada kemungkinan ikan diberi
pakan yang mengandung hormon tertentu (pembeli biasanya kecewa setelah
dipelihara, pattern-nya memudar).
- Usahakan membeli ikan discus yang berukuran minimal 2 inc, sebab ciri-ciri ikan yang sehat dan bagus sudah relatif mudah diidentifikasi, dan relatif lebih tahan terhadapserangan penyakit/parasit.
Sedangkan ciri-ciri ikan discus yang stress/sakit/terserang penyakit/secara genetis kurang bagus adalah :
- Kulit cenderung hitam, atau garis vertikal/stress bar (jumlahnya 6 –
18 bar) yang mencolok/terlalu tampak menandakan ikan discus stress
- Terdapat bintik putih pada sisik, atau sirip tidak lengkap/cacat yang mungkin terserang fin root.
- Warna mata tidak bening, berselaput atau terdapat bercak putih yang
menandakan ikan discus terserang penyakit. Atau mata terlalu menonjol ke
luar yang disebabkan karena kualitas air yang buruk sehingga ikan
discus terjangkit intestinal bakteri yang dapat mengakibatkan pop eye
(mata terlalu menonjol ke luar). Atau ukuran mata yang terlalu besar
dibandingkan dengan postur secara keseluruhan yang menandakan
pertumbuhan ikan discus terhambat. Atau mata ikan discus yang
(cenderung) hitam menandakan adanya penyakit dan terlalu lama
terkontaminasi obat-obatan (akibat treatment yang terlalu lama).
- Bentuk tubuh kurus/tipis, yang mungkin disebabkan oleh kekurangan
pakan (discus mogok makan/kalah bersaing/pakan tidak berkualitas) atau
faktor genetika indukan yang kurang bagus.
- Ikan bernafas dengan satu insang yang menandakan ikan terserang kutu
insang. Atau ikan bernafas terlalu cepat yang menandakan kekurangan
oksigen.
- Ikan melakukan gerakan-gerakan aneh atau menggesekan tubuhnya ke
benda disekitarnya yang menandakan terserang parasit/kutu/jamur/bakteri
baik pada badan/sirip atau insang.

- Pattern pada badan/sirip yang tidak keluar, atau pudar/tidak cerah
padahal ikan sudah berukuran lebih dari 2,5 inc yang menandakan kualitas
ikan discus secara genetis kurang bagus. Warna yang pudar/tidak cerah
dapat juga disebabkan karena pemberian pakan yang tidak tepat. Ada
kemungkinan lain yang menyebabkan pattern dan
warna ikan discus yang kita beli ternyata memudar/tidak cerah setelah
dipelihara padahal pakannya sudah tepat, hal tersebut mungkin karena
oleh penjualnya ikan discus
tersebut diberi pakan yang mengandung hormon pencerah warna supaya
terlihat bagus dan menarik pembelinya, padahal kualitas ikan discus
tersebut secara genetis kurang bagus.
- Jenis ikan discus yang berwarna solid (misal : marlboro, blue
diamond, pigeon) yangmemiliki spot hitam dibagian kepala dan sirip
menandakan secara genetis kualitas indukan yg kurang bagus yang memang
sudah memiliki spot hitam sebelumnya. Tetapi spot hitam tersebut mungkin
juga disebabkan karena penggunaan lampu dengan intensitas spektrum
warna merah yang berlebihan (misal : penggunaan lampu UV).
Faktor yang perlu diperhatikan dalam memelihara ikan discus :
- Akuarium : (1) Kelengkapan akuarium harus diperhatikan, terutama sistem filtrasi, water heater (bila suhu ruangan dibawah suhu kamar), dan termometer air – ikan discus
umumnya hidup pada suhu yang lebih hangat, tetapi kestabilan suhu jauh
lebih penting ; (2) Parameter air harus stabil baik kesadahannya maupun
suhunya (kondisi ini yang perlu dijaga) ; (3) Kualitas air harus
benar-benar diperhatikan, pada masa-masa awal, sebaiknya air dikuras
(minimal 50%) seminggu sekali dan selalu menambahkan garam ikan
secukupnya (bila filter sudah bekerja optimal, biasanya kualitas air
relatif lebih stabil, sehingga frekuensi dan volume pengurasan air dapat
dikurangi (5) Saya cenderung menggunakan hanya filter biologi yang
terbagi menjadi 3 kamar/ruang, yaitu r.1 filter kasar (busa yang bagus),
r2 filter biologi berupa bioball (lapisan atas) dan bioceramic (lapisan
bawah), dan r3 tempat pengendapan — // saya menerapkan model filter
untuk ikan koi dalam skala mini.
- Pakan : (1) Pilihlah pakan yang bertekstur halus ; (2) kita dapat
“melatih” ikan discus untuk makan langsung dari tangan dengan cara
bertahap dan menghindari gerakan-gerakan tangan yang dapat mengagetkan
ikan discus. Bila hal tersebut berhasil, makaikan discus tidak lagi
mudah stress dan terlihat “jinak” (cara tersebut sama prakteknya dalam
menjinakan ikan koi).
- Menggabungkan ikan discus dengan ikan hias lain dalam satu akuarium.
Ikan discus harus diperlakukan sebagai penghuni lama (memasukan ikan
lain belakangan) untuk menghindari stress berlebih yang berakibat mogok
makan, lebih parahnya lagi pakan disambar oleh ikan lain sehingga ikan
discus tidak kebagian. Pada kondisi tersebut, daya tahan ikan discus
akan menurun, sakit/terserang penyakit dan berisiko mati). Dengan
demikian, sebaiknya kita tidak perlu memaksakan keinginan untuk
menggabungkan ikan discus dengan ikan hias lain dalam satu akuarium.
sumber: https://tedirustendi32.wordpress.com/for-land-in-little-word/ikan-discus/