neon tetra
Diantara ikan tetra lainnya, neon tetra paling terkenal karena bentuk
badannya mungil dan warnanya sangat indah. Badannya pipih ke samping
dengan warna bagian punggung kuning kecoklatan dan perut putih
kekuningan. Ciri-Ciri yang paling mudah dikenali adalah terdapatnya
garis seperti neon berwarna biru hijau memanjang di kedua sisi badannya,
dan di bawah garis neon itu ada garis berwarna merah menyala tetapi
tidak sepanjang warna neon. sirip-siripnya bewarna bening, kecuali sirip
ekornya bewarna merah, sifatnya pendamai, dapat dicampurkan dengan
jenis lain dalam satu akuarium. Kecantikan neon tetra akan tampak lebih
jelas dalam keadaan bergerombol ketika berenang bersam-sama membentuk
sebuah barisan.
Pemilihan Induk
Neon tetra siap kawin pada umur 6-7 bulan dengan panjang badan 3 Cm.
Ikan jantan yang sudah dewasa badannya lebih ramping dengan garis lurus
di kedua sisi badannya seperti lampu neon. sebaliknya, ikan betina
badannya bulat pendek, bentuk garis neonnya bengkok, dan perutnya agak
buncit.
Pemijahan Induk
![]() |
Pasangan Neon Tetra. tampak bawah Jantan, Atsa; Betina |
Neon tetra sebenarnya agak sulit dikembangbiakan karena lingkungan
pemijahannya harus benar-benar memenuhi syarat. untuk memijahkan neon
tetra harus dipersiapkan secara khusus, terutama kualitas airnya harus
jernih, rendah kandungan bahan organik, pH asam (mencapai 6,0), serta
bersuhu 22-24 derajat celcius. Media pemijahan yang sering digunakan
berupa campuran dari air suling (destilasi) dengan rendaman kayu asam.
Konon cara tersebut dimaksudkan untuk memperoleh air pemijahan yang asam
secara efektif sesuai keinginannya.
Untuk mendukung suasana pemijahan yang diinginkan neon tetra, letakan di
tempat yang teduh terhindar dari penyinaran/ cahaya langsung sehingga
sisi bagian luar tempat pemijahan menjadi gelap. Bila menggunakan
Aquarium sebagai tempat pemijahan, sebaiknya akuarium dicat hitam atau
dibungkus dengan kertas karbon. Alat penempel telur yang biasa digunakan
adalah hydrilla yang sudah dicuci bersih. selanjutnya, masukan penempel
telur kemudian induk dilepaskan sebanyak 3 ekor pada setiap akuarium
yang terdiri dari seekor jantan dengan 2 ekor betina, lalu tutup kembali
bagian atas aquarium.
Pemijahan biasanya terjadi pada malam hari dan pada pagi harinya sudah
tampak telur menempel pada hydrilla. segera setelah pemijahan selesai,
induk ditangkap dan dipindahkan ke tempat pemeliharaan semula. sewaktu
pemindahan induk dari tempat pemijahan, jaga telur jangan sampai terkena
sinar atau cahaya langsung. tutuplah kembali akuarium rapat-rapat dan
biarkan selama 24 jam. Jika diyakini telur sudah menetas. selubung dan
tyutup aquarium dibuka secara bertahap. setelah berusia 3-4 hari, larva
mulai diberi pakan infusoria atau rotifera.
Pemeliharaan Pasca Pemijahan
Larva dalam akuarium pemijahan tidak boleh dibiarkan terlalu lama,
meskipun diberi pakan. kapasitas ukuran akuarium yang terlalu kecil
tidak akan mampu membesarkan benih secara noral sempurna. Oleh karena
itu, Benih selanjutnya dipindahkan ke aquarium lebih besar, misalnya 80
cm x 40 cm x 40 cm atau 100 cm x 50 cm x 50 cm.
Benih dipindahkan setelah berumur 6 hari, dilepaskan ke dalam akuarium
pendederan pagi atau sore hari dengan menyertakan sebagian air lama.
pakan yang paling cocok adalah infusoria atau rotifera lalu naupili
artemia, kutu air saring. dan kemudian cacing sutera yang diberikan 3
kali sehari.
Budidaya Emperor Tetra
![]() |
male: right and female: left |
Membedakan Jantan dan Betina
Ukuran tubuh ikan jantan lebih besar dan warnanya lebih menarik. sirip
ekor dan sirip punggung pejantan lebih panjang dibanding ikan betina.
kelopak mata ikan biasanya berwarna biru, sedangkan milik ikan betina
bewarna hijau.
Persiapan Induk
Induk dipelihara terlebih dahulu sampai matang kelamin atau sekitar 5-6
bulan. setelah itu, masukan dalam bak pemijahan. ikan dapat dipijahkan
secara berpasangan maupun masal.
Bak pemijahan
Ikan ini dapat dipijahkan di akuarium, kolam semen, atau bak fiber
glass. namun sebaiknya gunakan akuarium karena lebih mudah diawasi dan
dipantau perkembangan fase memijah dan bertelurnya.
di dasar aquarium berikan tanaman air atau alat peletak telur yang dibuat dari tali rafia.
Kualitas Air
Ikan ini memerlukan air dengan pH 5-7,5 dan suhu sekitar 23-28 derajat celcius.
Pakan
Ikan dapat diberi pakan kutu air, jentik nyamuk, dan cacing sutera.
Proses Memijah
Ikan biasanya memijah dimalam hari sehingga saat pagi telur sudah
menempel di alat peletak telur. karena proses memijah bisa berhari-hari
maka setiap pagi jam 9, alat peletak telur digerak-gerakan sehingga
telur jatuh ke bak pemijahan. dengan menggunakan selang kecil, telur
disedot dan dikumpulkan dalam bak penetasan.
Pembesaran Benih
Telur akan menetas setelah 24-36 jam dan mulai berenang bebas setelah
4-5 hari. begitu mulai berenang bebas, ikan sudah harus diberi pakan
berupa infusoria atau cacing sutera blender.
umur 2 minggu, ikan dapat diberi kutu air dan cacing sutera, selama
pembesaran, air harus sesering mungkin di ganti sebanyak yang harus
dibuang dalam proses penyiponan.
Fase Kritis
Tahap yang memerlukan perhatian khusus adalah saat telur menetas sampai berumur 1 bulan.Budidaya Black Tetra
![]() |
Black Tetra Dewasa |
Membedakan Jantan dan Betina
bentuk tubuh ikan jantan langsing. sedangkan ikan betina lebih gemuk
bagian perutnya. ikan ini matang kelamin saat panjang tubuhnya sekitar 4
cm, dari besar maksimal 6-7 cm.
Persiapan Induk
ikan yang sudah dewasa dan akan dipijahkan sebaiknya dipisahkan antara
induk jantan dan induk betina. mereka akan disatukan dalam akuarium
pemijahan setelah benar-benar siap memijah.
untuk mendapatkan hasil anakan yang berkualitaas bagus dalam hal warna, gunakan indukan dari strain yang sama.
Bak Pemijahan
ikan ini sebaiknya dipijahkan di akuarium dengan ukuran 80x40x40 cm untuk 3-4 pasang induk.
dalam aquarium berikan tanaman air hydrilla atau ganggang myriophylum
sebagai tempat perlindungan telur agar tidak dimakan oleh induk atau
pasangan lain.
Pakan
Ikan yang dipijahkan diberi makan pelet, cacing sutera, atau cacing darah. pemberian dilakukan 2-3 kali sehari.
Pproses Memijah
ikan ini bisa dipijahkan secara berpasangan 1;1 atau 1:2 (1 induk betina dan 2 induk jantan)
ikan ini memijah dengan metode egg layer. saat pemijahan, ikan betina
akan mengeluarkan telur, kemudian secara simultan ikan jantan akan
membuahinya dengan menebarkan spermanya di atas hamparan telur. biasanya
telur akan menetas 50 jam setelah pembuahan
Pembesaran Benih
ikan yang sudah menetas akan berenang bebas setelah berusia 3 hari. saat
itu, anakan ikan sudah harus diberi makan berupa cacing sutera blender
atau emulsi kuning telur.
pada minggu pertama, ikan sudah dapat pakan kutu air, jentik nyamuk,
atau cacing sutera. pada saat itulah ikan sudah bisa dibesarkan di kolam
semen atau kolam tanah yang di pupuk.
umur 2-3 bulan, ikan sudah siap dijual dengan ukuran tubuh sekitar 3-4 cm
Fase Kritis
tahap krusial dalam budidaya ikan ini adalah saat menetaskan dan
membesarkan anakan sesaat setelah menetas sampai umur 2-3 minggu.
sumber: http://ikan-tetra.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar